pilihan +INDEKS
Tim MMP Dihadang Sekelompok Orang Saat Hentikan Aktivitas Alat Berat di Jalur Menuju Suaka Margasatwa Bukit Rimbang Baling
KAMPAR KIRI, RIAU – Tim Masyarakat Mitra Polisi Kehutanan (MMP) mengaku mengalami intimidasi dan mendapat perlawanan dari sekelompok orang saat berupaya menghentikan aktivitas sebuah alat berat yang beroperasi di kawasan Pematang Panjang, menuju wilayah Suaka Margasatwa Bukit Rimbang Baling, Kabupaten Kampar, Senin (13/7/2026).
Menurut keterangan Tim MMP kepada awak media, peristiwa tersebut berawal dari adanya laporan masyarakat yang menyebut terdapat alat berat tengah beroperasi di kawasan Pematang Panjang yang mengarah ke kawasan konservasi Suaka Margasatwa Bukit Rimbang Baling.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim MMP langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pengecekan. Setibanya di lokasi, tim mendapati sebuah alat berat berukuran kecil tengah beroperasi yang menurut keterangan di lapangan digunakan untuk melakukan perbaikan jalan sementara.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan Tim MMP kepada awak media, di lokasi mereka sempat berkomunikasi dengan Kepala Kampung Pematang Panjang. Menurut penuturan Kepala Kampung sebagaimana disampaikan kembali oleh Tim MMP, kegiatan perbaikan jalan tersebut merupakan swadaya masyarakat Kenegerian Kuntu.
"Ini swadaya masyarakat Kenegerian Kuntu. Mereka telah izin melalui Ninik Mamak, makanya berani memasukkan alat berat berukuran kecil untuk perbaikan jalan," demikian keterangan Kepala Kampung yang disampaikan Tim MMP kepada awak media.
Tim MMP juga mengungkapkan, saat menyampaikan penjelasan tersebut, Kepala Kampung Pematang Panjang terlihat menghubungi salah seorang Ninik Mamak Kenegerian Kuntu melalui sambungan telepon untuk menyampaikan informasi terkait keberadaan Tim MMP di lokasi.
Usai memperoleh penjelasan tersebut, Tim MMP kemudian berkoordinasi dengan sejumlah orang yang berada di sekitar lokasi dan meminta agar aktivitas alat berat dihentikan sementara hingga terdapat kejelasan mengenai aktivitas yang dilakukan di kawasan tersebut.
Namun, menurut pengakuan Tim MMP kepada awak media, permintaan tersebut justru mendapat penolakan dan perlawanan dari sekelompok orang yang berada di lokasi.
Tim MMP mengaku situasi kemudian memanas setelah mereka dihadapkan dengan sejumlah orang yang diduga membawa senjata tajam. Kondisi itu dinilai berpotensi memicu bentrokan apabila tim tetap bertahan di lokasi.
"Demi menghindari terjadinya konflik fisik dan menjaga keselamatan seluruh anggota, kami memutuskan untuk menarik diri dan keluar dari lokasi," ungkap salah seorang anggota Tim MMP.
Menanggapi kejadian tersebut, Ketua Umum Perkumpulan Masyarakat Rilis Indikasi (P.M.R.I), Mhd. Indra Safutra, mengimbau seluruh pihak agar menahan diri serta tidak melakukan tindakan yang dapat memicu konflik di lapangan.
Menurutnya, setiap dugaan aktivitas di kawasan hutan maupun kawasan konservasi harus diselesaikan melalui mekanisme hukum dan dilaporkan kepada instansi yang berwenang.
"Kami mengimbau seluruh masyarakat agar tetap mengedepankan keselamatan dan tidak melakukan tindakan yang berpotensi menimbulkan bentrokan. Apabila ditemukan dugaan pelanggaran di kawasan hutan atau kawasan konservasi, serahkan penanganannya kepada aparat penegak hukum dan instansi terkait sesuai ketentuan hukum yang berlaku," ujar Mhd. Indra Safutra.
Ia berharap aparat penegak hukum bersama instansi kehutanan dan konservasi segera melakukan penelusuran terhadap informasi mengenai aktivitas alat berat tersebut, termasuk menindaklanjuti laporan dugaan intimidasi dan perlawanan yang dialami Tim MMP.
Menurutnya, apabila benar terdapat dugaan pelanggaran maupun tindakan yang menghambat upaya pengawasan di kawasan konservasi, maka penanganannya harus dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Di sisi lain, seluruh pihak yang berkaitan dengan peristiwa tersebut juga memiliki hak untuk memberikan klarifikasi agar informasi yang berkembang di tengah masyarakat tetap berimbang.
Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi langsung dari Kepala Kampung Pematang Panjang, Ninik Mamak Kenegerian Kuntu, aparat penegak hukum, serta instansi terkait mengenai aktivitas alat berat tersebut maupun peristiwa yang dilaporkan Tim MMP.
Redaksi membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada seluruh pihak yang berkaitan dengan pemberitaan ini sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Apabila terdapat tanggapan atau klarifikasi, redaksi akan memuatnya pada pemberitaan lanjutan sebagai bentuk penerapan prinsip keberimbangan, akurasi, dan profesionalisme jurnalistik.
Laporan: Tim MMP
Berita Lainnya +INDEKS
Sempat Heboh dan Jadi Sorotan, Excavator di Kawasan SM Bukit Rimbang Baling Akhirnya "Angkat Kaki"
KAMPAR, RIAU – Setelah menjadi sorotan publik d.
Warisan Patriotisme: Bupati Kuansing Kunjungi Makam Kakek Pejuang 1945
TELUK KUANTAN – Suasana haru mewarnai kegiatan Bupati Kuantan Si.
Berikut 5 Manfaat Konsumsi Jambu Biji....
HEALTHY - Miliki rasa yang manis dan lezat buah jambu biji berwarna me.




