pilihan +INDEKS
KPA Riau Perkuat Edukasi dan Pendekatan Persuasif dalam Pencegahan HIV/AIDS
PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau melalui Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) terus memperkuat langkah pencegahan penyebaran HIV/AIDS dengan mengedepankan pendekatan edukatif dan persuasif kepada masyarakat.
Berdasarkan data KPA Riau tahun 2025, tercatat sebanyak 1.051 kasus baru HIV/AIDS di Provinsi Riau. Dari jumlah tersebut, sebagian besar berasal dari kelompok yang dikategorikan sebagai populasi kunci dalam upaya pencegahan HIV/AIDS.
Sekretaris KPA Provinsi Riau, Dr dr Wildan Asfan HSB, MKes, menjelaskan bahwa populasi kunci merupakan kelompok dengan tingkat kerentanan yang relatif lebih tinggi terhadap penularan HIV/AIDS, sehingga memerlukan perhatian dan penanganan khusus.
“Kelompok ini memang masuk kategori paling rentan, tidak hanya di Riau, tetapi juga di banyak daerah lain di Indonesia. Karena itu, pendekatan pencegahan harus dilakukan secara tepat dan berkelanjutan,” ujar Wildan, Jum'at (6/2/2026).
Ia menegaskan, Pemprov Riau melalui KPA tidak memilih cara-cara represif dalam penanggulangan HIV/AIDS. Sebaliknya, pemerintah lebih mengedepankan upaya pencegahan melalui penyuluhan, edukasi, serta peningkatan kesadaran masyarakat.
“Kami fokus pada pencegahan dengan pendekatan persuasif dan edukatif. Melibatkan LSM, komunitas, serta relawan kesehatan. Pendekatan seperti ini dinilai lebih efektif dan berkelanjutan,” jelasnya.
Menurut Wildan, penanggulangan HIV/AIDS juga membutuhkan kerja sama lintas sektor. Pemerintah daerah terus mendorong keterlibatan berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, akademisi, dosen, mahasiswa, hingga organisasi sosial dan komunitas peduli kesehatan.
“Ini tidak bisa ditangani oleh satu pihak saja. Harus lintas sektor, melibatkan semua unsur masyarakat agar upaya pencegahan berjalan optimal,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa upaya menjangkau kelompok rentan membutuhkan pendekatan yang hati-hati dan berbasis kepercayaan, mengingat masih adanya stigma dan diskriminasi terhadap penderita HIV/AIDS.
“Karena masih ada stigma, maka pendekatan yang humanis dan penuh kehati-hatian sangat penting. Dengan cara ini, diharapkan masyarakat lebih terbuka untuk melakukan pemeriksaan dan mendapatkan pendampingan kesehatan,” tutup Wildan.
Berita Lainnya +INDEKS
BPKAD Riau Targetkan Evaluasi APBD Pekanbaru dan Inhil Tuntas Secepatnya
PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Badan Pengelola Keua.
RDP Perdana 2026: Sinergi DPRD dan Bapenda Riau Kejar Target PAD Maksimal
PEKANBARU – Mengawali pekan pertama Februari 2026, Panitia Khusus (Pa.
BMKG: Riau Masih Berpeluang Hujan, Hotspot Muncul 57 Titik
PEKANBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meri.
Bulan K3 Nasional 2026, Tegaskan Arah Baru Pengelolaan Keselamatan Kerja
PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau menegaskan penguatan keselamatan dan k.
Tindak Lanjut Arahan Presiden, Plt Gubri Surati Pemda se-Riau Soal Sampah
PEKANBARU – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, secara.
Pemprov Riau Resmi Tetapkan Jadwal Belajar Ramadan dan Libur Idulfitri 2026
PEKANBARU - Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau resmi mengatur pelaksanaan pembelajaran selam.


.jpg)




