pilihan +INDEKS
Hentikan Penyelidikan Payung Elektrik di Masjid Raya Annur, Berikut Penjelasan Kejati Riau
PEKANBARU, infokabarindonesia.com - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau telah menghentikan penyelidikan kasus payung elektrik Masjid Raya Annur Pekanbaru, senilai Rp42 miliar. Penyelidikan sudah dihentikan sejak 23 Januari 2024 lalu.
Hal itu terungkap dalam konferensi pers yang digelar Kejati Riau, Kamis (20/6/2024). Dalam keterangannya, pihak Kejati beralasan bahwa pihak rekanan telah mengembalikan kelebihan bayar pada pelaksanaan pembangunan tahun anggaran 2022.
Dalam kesempatan itu, Kepala Seksi (Kasi) Penyidikan Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Riau, Iman Khilman, menyorot pemberitaan media, yang menyebutkan Kejati Riau menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) dalam kasus itu.
“Penyelidikan beda dengan penyidikan. Pada kasus ini Kejati Riau menghentikan penyelidikan, bukan penyidikan. Jadi bukan SP3 ya,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Jaksa Senior, Hendri Junaidi menceritakan proses dari penghentian penyelidikan tersebut.
“Jaksa Penyelidik telah melaksanakan permintaan dari pihak terkait. Dari proses tersebut, diperoleh fakta adanya pengerjaan telah dilakukan adendum sebanyak 5 kali,” jelasnya.
Ditambahkannya, perpanjangan waktu pengerjaan dilakukan dari 29 Maret hingga 8 April 2023, sampai pada akhirnya dilakukan pemutusan kontrak. “Presentasi pekerjaan 93,5386 persen, sejumlah Rp40.142.651.421.60,” kata Hendri.
Hendri membeberkan, ada beberapa item pekerjaan yang tidak sesuai kontrak tanpa persetujuan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sebesar Rp4.740.000.000 yang terdiri dari motor listrik dan gear box Rp2.040.000.000.
“Lalu pemasangan sensor angin, sensor hujan, sensor cahaya sudah diakui sebagai proses pekerjaan umum namun belum terpasang sebesar Rp33 juta,” jelasnya.
Terhadap temuan BPK RI tersebut, akhirnya dilakukan pengembalian dana sebesar Rp 7.526.795.421 pada Desember 2023.
Jaksa Senior itu mengungkapkan, saat ini payung elektrik sudah fungsional namun belum bisa digunakan dengan normal. Hal itu disebabkan sensor angin, sensor hujan, sensor cahaya dan perapian payung, belum dipasang.
“Oleh sebab itu perlu pengerjaan lanjutan hingga rampung 100 persen. Dan ini sudah dianggarkan di tahun 2024,” tutupnya.
Sumber : mediacenter.riau.go.id
Berita Lainnya +INDEKS
Wakil Bupati Kampar Saksikan Lansung Sertijab Plt Kepala Dinas PUPR Kampar
Bangkinang Kota – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kampar menggelar.
Setelah dilantik, Jadikan Seluruh Jajaran Korpri Kampar sebagai Tauladan di Tengah-tengah Masyarakat
Bangkinang Kota — Setelah dilantik sebagai Pengurus Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpr.
Polres Bengkalis Gagalkan Penyelundupan 65 Kg Sabu Asal Malaysia
PEKANBARU - Tim gabungan Polsek Bantan dan Satresnarkoba Polres Bengkalis m.
Karhutla di Dayun Padam, Personel Satpol PP Riau Kembali ke Pekanbaru
PEKANBARU - Setelah sepekan berjibaku memadamkan Kebakaran Hutan dan Lahan .
Wakil Bupati Kampar Buka Pawai Kemerdekaan HUT RI ke-81 di Kecamatan Salo
Salo, Wakil Bupati Kampar Dr. Hj. Misharti, S.Ag., M.Si., membuka Pawai Kemerdekaan dalam rangka .
Semarak HUT RI Ke-81, BKPSDM Kampar Gelar Berbagai Lomba
Bangkinang Kota - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke-81, Bada.







