Doa dari Negeri Serambi Mekkah Mengiringi Langkah 14 Finalis Kampar di Panggung MTQ Riau

Selasa, 30 Juni 2026

Kuansing – Selasa pagi di Kota Jalur tidak hanya menghadirkan kesibukan menuju arena Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-44 Tingkat Provinsi Riau. Di sebuah pemondokan sederhana yang menjadi rumah sementara Kafilah Kabupaten Kampar, doa-doa dipanjatkan, ayat-ayat suci kembali dilantunkan, dan nasihat terakhir dari para pelatih mengalir hangat kepada para peserta.

Hari itu menjadi penentu. Sebanyak 14 qari dan qariah terbaik Kabupaten Kampar bersiap menapaki panggung babak final, membawa harapan besar masyarakat Negeri Serambi Mekkah Provinsi Riau.

Tidak ada wajah yang menunjukkan kegelisahan berlebihan. Yang tampak justru semangat, keyakinan, dan ketenangan. Satu per satu peserta mendapat bimbingan melekat dari para pelatih, mulai dari pemantapan teknik, penguatan mental, hingga persiapan menjelang memasuki arena perlombaan. Di sisi lain, official dan panitia memastikan seluruh kebutuhan peserta terpenuhi agar mereka dapat tampil tanpa beban.

Koordinator Kafilah Kabupaten Kampar, H. Zulfaimar, S.Ag., M.Ag., yang sejak pagi terus memantau kesiapan peserta, mengatakan bahwa seluruh finalis Kampar telah siap memberikan penampilan terbaik.

"Sebanyak 14 qari dan qariah Kabupaten Kampar tampil pada babak final hari ini. Insya Allah mereka siap memberikan performa terbaik. Sebelum tampil, mereka telah mendapatkan bimbingan intensif dari para pelatih, sementara official dan panitia terus mendampingi agar seluruh proses berjalan lancar," ujarnya di sela-sela pemantauan, Selasa (30/6/2026).

Ke-14 finalis tersebut berasal dari berbagai cabang musabaqah, yakni Rinaldi, Muhammad Aidil Faiz, dan Faradj Akmal pada Cabang Fahmil Al-Qur'an. Kemudian Afifah Syahirah, Nayla Pratiwi Zalianti, dan Nazila Iffa pada Cabang Syarhil Al-Qur'an.

Selanjutnya, Nasywatul Kamila, Azkiya Zahirah, dan Rita pada Cabang Seni Baca Al-Qur'an. Asyafiq Rafiki, Rafdinal Fitra, serta Farhan Rahimuddin Munthe pada Cabang Hafalan Al-Qur'an. Sementara Muhammad Al Badar Adren tampil pada Cabang Karya Tulis Ilmiah Hadis dan MHD. Dienul Faiz berlaga pada Cabang Musabaqah Hafalan Al-Hadis.

Bagi Kafilah Kampar, babak final bukan sekadar perebutan gelar juara. Lebih dari itu, ia menjadi momentum pembuktian bahwa ikhtiar yang dibangun melalui latihan panjang, kedisiplinan, dan kebersamaan mampu melahirkan generasi Qurani yang siap mengharumkan nama daerah.

Melalui media, Zulfaimar juga mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Kampar untuk bersama-sama mengiringi perjuangan para finalis dengan doa.

"Mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Kampar agar anak-anak kita diberikan kemudahan, ketenangan, serta mampu menampilkan kemampuan terbaiknya. Semoga Allah SWT memberikan hasil terbaik dan mereka dapat mengharumkan nama Kabupaten Kampar di ajang MTQ Tingkat Provinsi Riau," harapnya.

Kini, saat satu demi satu nama dipanggil menuju mimbar perlombaan, bukan hanya suara merdu yang akan diperdengarkan. Di balik setiap lantunan ayat, tersimpan perjuangan panjang, pengorbanan, doa orang tua, dedikasi para pelatih, serta harapan seluruh masyarakat Kampar yang menitipkan kebanggaan mereka kepada putra-putri terbaik Negeri Serambi Mekkah.